JAKARTA, Agung Intiland News — Proyek pembangunan Jalan Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg (Kataraja) yang mulai dikerjakan sejak akhir 2023 dan berlanjut sepanjang 2025, kini memasuki fase operasional awal. Tahap I Tol Kataraja resmi dibuka secara fungsional pada 9 Oktober 2025, menandai babak baru penguatan konektivitas kawasan barat dan utara Jabodetabek.
Pembukaan ruas tol tersebut dinilai menjadi katalis penting bagi pergerakan ekonomi, khususnya di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Teluknaga, hingga Rajeg, yang selama ini berkembang pesat sebagai kawasan hunian, komersial, serta industri dan logistik. Sejumlah pihak menilai kehadiran Tol Kataraja akan mempercepat arus barang dan mobilitas tenaga kerja, sekaligus menurunkan beban waktu tempuh distribusi.
Mengutip pemberitaan Antara, Tol Kataraja menjadi akses strategis baru yang terhubung langsung dengan jaringan jalan tol nasional. Pada tahap awal pengoperasian, ruas tol tersebut dibuka secara fungsional tanpa tarif sebagai bagian dari uji coba operasional, sekaligus mendukung agenda nasional dan kegiatan berskala besar di kawasan PIK 2.
Dorong Efisiensi Kawasan Industri dan Pergudangan
Beroperasinya Tahap I Tol Kataraja turut memberikan dampak langsung terhadap kawasan industri dan pergudangan di Kabupaten Tangerang, termasuk Laksana Business Park yang berlokasi di Kecamatan Pakuhaji. Kawasan ini selama beberapa tahun terakhir berkembang sebagai pusat aktivitas industri, logistik, dan pergudangan yang menyasar pasar Jabodetabek dan nasional.
Dengan akses tol yang lebih dekat dan terintegrasi, pelaku usaha di Laksana Business Park diproyeksikan memperoleh efisiensi signifikan dalam distribusi barang, baik menuju pusat konsumsi di Jakarta maupun ke simpul logistik utama seperti Bandara Internasional Soekarno–Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Waktu tempuh yang lebih singkat berpotensi menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan keandalan rantai pasok.
Magnet Investasi Baru
Selain mendukung kelancaran logistik, Tol Kataraja juga dipandang sebagai faktor penarik investasi baru. Infrastruktur jalan tol dinilai menjadi salah satu pertimbangan utama investor dalam menentukan lokasi industri dan pergudangan. Kawasan yang terhubung langsung dengan jaringan tol umumnya memiliki daya saing lebih tinggi dibanding wilayah dengan akses terbatas.
Dalam konteks ini, Laksana Business Park berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut. Konektivitas yang semakin baik membuka ruang bagi masuknya investor di sektor manufaktur, distribusi, hingga logistik modern, seiring meningkatnya kebutuhan akan fasilitas pergudangan yang efisien dan terintegrasi.
Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Regional
Pemerintah dan pelaku usaha optimistis, beroperasinya Tol Kataraja Tahap I akan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir utara Tangerang dan sekitarnya. Ke depan, keberlanjutan pembangunan tahap berikutnya diharapkan semakin memperkuat peran wilayah ini sebagai simpul industri, logistik, dan investasi baru di Jabodetabek.
Dengan infrastruktur yang terus berkembang, kawasan industri dan pergudangan seperti Laksana Business Park diproyeksikan menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi regional, sekaligus mendukung agenda nasional dalam memperkuat daya saing sektor logistik Indonesia. (JP)