Jakarta, Agung Intiland News - Di tengah meningkatnya intensitas hujan yang melanda wilayah Jabodetabek dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir, Laksana Business Park memastikan kawasan industri dan pergudangan yang dikelolanya tetap berada dalam kondisi aman, bebas banjir, dan mendukung kelancaran operasional bisnis para tenant.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini telah memasuki periode puncak musim hujan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai cuaca ekstrem. BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur, khususnya sistem drainase dan pengendalian limpasan air, guna meminimalkan risiko genangan dan banjir di kawasan permukiman maupun kawasan industri.
“Curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi, termasuk genangan dan banjir, terutama di wilayah dengan sistem tata air yang tidak optimal. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur menjadi faktor kunci dalam menghadapi musim hujan,” demikian pernyataan resmi BMKG dalam keterangannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengelola kawasan industri, untuk meningkatkan langkah mitigasi dan pengelolaan lingkungan selama musim hujan. BNPB menegaskan bahwa upaya pencegahan melalui perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur jauh lebih efektif dibandingkan penanganan pascabencana.
“BNPB mendorong pengelola kawasan untuk memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik, saluran air tidak tersumbat, serta lingkungan tetap terjaga guna mengurangi risiko banjir yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi,” demikian keterangan BNPB.
Di tengah tantangan cuaca tersebut, Laksana Business Park menegaskan bahwa kawasan ini telah dirancang sejak tahap perencanaan awal dengan sistem drainase yang tertata, terintegrasi, dan berkapasitas memadai untuk mengelola aliran air hujan. Sistem ini didukung oleh perencanaan elevasi kawasan, jaringan saluran air internal, serta program pemeliharaan berkala guna memastikan aliran air tetap optimal saat curah hujan tinggi.
“Musim hujan merupakan tantangan tahunan bagi kawasan industri. Karena itu, kami memastikan sistem tata air berfungsi optimal sehingga aktivitas operasional tenant dapat tetap berjalan lancar tanpa gangguan akibat genangan,” ujar perwakilan manajemen Laksana Business Park.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, aktivitas logistik, distribusi, serta operasional industri di dalam kawasan tetap berjalan normal meski hujan turun dengan intensitas tinggi. Kepastian ini menjadi faktor penting bagi pelaku usaha yang membutuhkan stabilitas operasional dan kelancaran rantai pasok.
Selain sistem drainase, kawasan ini juga dilengkapi dengan jalan internal yang dirancang untuk kendaraan berat, pengelolaan lingkungan yang terkontrol, serta standar pengelolaan kawasan yang profesional. Kombinasi infrastruktur tersebut memperkuat ketahanan kawasan terhadap risiko musim hujan.
Dengan memastikan kawasan tetap bebas banjir, Laksana Business Park menegaskan komitmennya sebagai kawasan industri modern yang tangguh terhadap tantangan iklim, sekaligus memberikan kepastian usaha bagi investor dan pelaku industri di wilayah Tangerang dan sekitarnya. (JP)