JAKARTA, Agung Intiland News — Isu keamanan di kawasan industri kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kasus premanisme di berbagai wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek mencuat sepanjang 2023–2025. Meski skalanya berbeda-beda, pola yang muncul menunjukkan bahwa pelaku usaha di kawasan industri masih menghadapi risiko pemalakan, intimidasi, hingga ancaman fisik yang dapat mengganggu kegiatan produksi dan distribusi.
Dalam beberapa kasus, aparat kepolisian terpaksa melakukan penindakan cepat setelah laporan dari perusahaan maupun pekerja. Di beberapa kawasan industri, aksi premanisme menyasar kendaraan logistik, pos keamanan, hingga pekerja shift malam. Penegakan hukum yang dilakukan sejauh ini dinilai cukup efektif, tetapi sejumlah pengusaha tetap menilai perlunya peningkatan kewaspadaan internal di masing-masing kawasan.
Pengamat keamanan industri menilai bahwa fasilitas logistik dan manufaktur merupakan lokasi yang rentan karena beroperasi 24 jam dan memiliki arus keluar-masuk kendaraan dengan intensitas tinggi. “Premanisme di area industri biasanya memanfaatkan mobilitas malam hari dan area gelap yang tidak terpantau. Sistem keamanan harus terus adaptif,” ujar seorang analis keamanan industri.
Situasi itu membuat sejumlah kawasan industri mengambil langkah preventif sendiri, termasuk peningkatan patroli lingkungan, pemasangan CCTV dengan cakupan lebih luas, dan pengetatan akses masuk. Kawasan yang menerapkan standar keamanan berlapis dinilai lebih mampu meminimalkan potensi gangguan.
Salah satu kawasan yang menerapkan pengamanan tersebut adalah Laksana Business Park, kawasan industri dan pergudangan di Tangerang Utara. Pengelola kawasan menegaskan bahwa seluruh area operasional menjalankan sistem keamanan 24 jam, patroli rutin, pemantauan CCTV di titik kritis, serta kontrol akses kendaraan untuk menjaga aktivitas logistik tetap stabil.
“Kami memastikan bahwa lingkungan kawasan selalu berada dalam pengawasan, khususnya pada jam malam ketika risiko keamanan biasanya meningkat. Keamanan tenant dan pekerja adalah prioritas,” ujar perwakilan manajemen Laksana Business Park.
Dengan meningkatnya dinamika kriminalitas di sejumlah kawasan industri, pengelola berharap langkah preventif seperti ini dapat menjadi standar baru bagi kawasan industri modern. Laksana Business Park juga menegaskan komitmennya dalam menyediakan lingkungan yang aman dan terstruktur bagi perusahaan manufaktur, logistik, maupun UMKM yang membutuhkan fasilitas gudang dan kantor dalam satu lokasi. (JP)