Berita

Lonjakan Permintaan Gudang Modern Tekan Pengembang Jabodetabek Percepat Ekspansi

Desember 01, 2025

Kebutuhan Konsolidasi Logistik dan E-commerce Dorong Pasar Pergudangan ke Titik Tertinggi 5 Tahun Terakhir

JAKARTA, Agung Intiland News— Permintaan terhadap gudang modern di wilayah Jabodetabek meningkat tajam sepanjang 2023–2024, memaksa pengembang kawasan industri mempercepat pembangunan dan peluncuran produk baru. Penguatan sektor logistik, e-commerce, dan distribusi FMCG menjadi motor utama pertumbuhan.

Kementerian Perindustrian mencatat adanya kenaikan aktivitas rantai pasok sebesar 18% dalam dua tahun terakhir, dengan kebutuhan ruang penyimpanan berstandar modern tumbuh lebih dari 12% per tahun. Kondisi ini membuat tingkat okupansi pergudangan di koridor barat Jabodetabek mendekati titik tertinggi sejak 2019.

“Permintaan gudang modern saat ini tidak lagi sekadar soal ukuran bangunan, tetapi konsep terintegrasi dan efisiensi operasional,” ujar Deputi Direktur Pengembangan Kawasan Industri Kemenperin, R. Dwi Mahendra. “Pelaku usaha membutuhkan ruang yang memungkinkan mereka mengonsolidasikan aktivitas kantor dan operasional dalam satu zona.”

Tren tersebut mulai mendorong persaingan ketat antar-pengembang kawasan industri. Salah satunya Agung Intiland, yang mempercepat pengembangan proyek Laksana Business Park di Tangerang Utara melalui lini produk pergudangan terbarunya, Luxima. Proyek ini menawarkan unit warehousing modern dengan kantor yang berada dalam satu bangunan, serta infrastruktur kawasan yang dirancang untuk arus distribusi intensif.

Menurut Anindya Prakoso, analis industri dari Cassa Research, model gudang terintegrasi akan mendominasi pasar hingga dua atau tiga tahun ke depan. “Perusahaan logistik dan distributor menengah kini mencari lokasi operasional yang efisien, bukan sekadar bangunan ekstra. Fasilitas seperti Luxima di Laksana Business Park memiliki posisi kompetitif karena memenuhi kebutuhan itu,” ujarnya.

Anindya juga menambahkan bahwa tingginya permintaan mendorong sejumlah pengembang mengakselerasi pembangunan. “Pasar sedang bergerak cepat. Dalam waktu dekat, kawasan industri yang tidak menyesuaikan konsepnya cenderung tertinggal,” tegasnya.

Pengamat menilai bahwa penguatan sektor logistik nasional serta ekspansi e-commerce yang berkelanjutan akan menjaga stabilitas permintaan gudang modern hingga 2026. Dengan momentum ini, kawasan industri di Jabodetabek diperkirakan tetap menjadi sektor properti yang paling resilient di tengah dinamika ekonomi global.

Produk-produk seperti Luxima di Laksana Business Park diproyeksikan menjadi bagian penting dari rencana ekspansi pelaku usaha yang membutuhkan lokasi operasional yang strategis, efisien, dan siap pakai. (JP)