JAKARTA, Agung Intiland News – PT Agung Intiland menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di enam desa yang terdampak banjir di sekitar kawasan Laksana Business Park, sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di bidang sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan secara bertahap pada 19, 20, dan 22 Januari 2026, dengan menyasar warga di desa-desa sekitar kawasan yang terdampak genangan banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Enam desa tersebut meliputi desa kalibaru, desa gaga, desa kramat, desa laksana, desa buaran bambu dan desa rawaboni.
Distribusi bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran oleh warga yang terdampak. Penyaluran di beberapa hari berbeda dilakukan untuk menjangkau seluruh desa sasaran secara merata dan menjaga kelancaran proses distribusi.
Perwakilan manajemen Agung Intiland menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana.
“Kami memahami bahwa kondisi banjir memberikan dampak langsung terhadap aktivitas dan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program CSR ini, Agung Intiland berupaya hadir untuk membantu meringankan beban warga di sekitar kawasan Laksana Business Park yang terdampak,” ujar perwakilan manajemen.
Respons Sosial terhadap Kondisi Darurat
Penyaluran bantuan dilakukan dalam beberapa tahap untuk memastikan seluruh desa sasaran dapat terjangkau secara optimal. Selain sebagai bentuk respons terhadap kondisi darurat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan dengan masyarakat sekitar kawasan.
Agung Intiland menilai bahwa keberadaan kawasan bisnis harus berjalan selaras dengan lingkungan sosial di sekitarnya, terutama dalam situasi yang membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama.
Komitmen Tumbuh Bersama Komunitas
Melalui pengembangan Laksana Business Park, Agung Intiland menegaskan bahwa keberhasilan kawasan bisnis tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kontribusi sosial yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan kawasan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Komitmen ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kami dalam membangun kawasan bisnis yang berkelanjutan dan inklusif,” tambah manajemen. (JP)